Rabu, 21 November 2012

Have a Big Dream? Why Not ?!



Bismillahirrahmanirrahim....

"Selalu kutulis ulang mimpi-mimpiku semampu yang aku bisa selama aku hidup dan berikhtiar di bumi Allah. Agar aku semakin YAKIN, bahwa semua ini memang pasti terjadi dalam hidupku dengan adanya Kehendak dari Yang Maha Besar. YAKIN bahwa Allah Swt Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Mengabulkan..."


#1. Lulus D3 dengan predikat   CUMLAUDE di STIE EKUITAS Bandung pada bulan JULI 2013.

#2. Mendedikasikan ilmu Keuangan & Perbankan pada Bank Sentral atau Bank Umum Syariah yang paling berpengaruh di Indonesia.

#3. Melanjutkan studi S1 di bidang Ekonomi* dengan biaya sendiri. (*Universitas masih menyesuaikan)

#4. Membangun usaha konveksi pakaian muslimah dengan label "GLORIOUS An-Nisa" di usia 22 tahun.

#5. Membeli rumah dan mobil new CR-V di usia 23 tahun.

#6. Menikah dengan pemuda sholeh yang Allah pilihkan di usia 24 tahun.

#7. Bulan madu di Paris dan tour benua Eropa bersama suami di usia 24 tahun.

#8. Umroh bersama kedua orang tua, suami, adik dan mertua.

#9. Membangun yayasan "Bhakti Nusa Foundation" untuk membiayai anak yatim piatu, anak jalanan, dan anak terlantar yang tidak mampu.

#10. Melanjutkan studi S2 di "London School of Economics & Political Science - Department of Finance" di London - UK.

#11. Membeli saham PT. Garuda Indonesia Tbk.

#12. Membangun  Mesjid yang indah.

#13. Membangun sarana pendidikan & kesehatan di daerah terpencil (rural area) di Indonesia.

#14. Menjadi Wanita Muslim Pengusaha yang Berpengaruh di Indonesia.

#15. Menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia


















Selasa, 20 November 2012

20 November 2012




"Duhai Rabbi,  sesungguhnya Engkaulah Pemilik Hati, yang menumbuhkan kerinduan dalam diriku untuk bertemu belahan jiwaku, menciptakan kasih sayang di antara kami agar tenteram hidupku dan merasakan kebahagiaan atas indahnya ciptaan-Mu..

~
Duhai Rabbi,  jika tak pernah cukup amalku membawaku ke surga-Mu, berikanlah aku seorang imam yang akan mendoakanku menjadi bidadari surganya hingga doanya menjadi salah satu alasan bagi-Mu mengisi salah satu surga-Mu dengan aku..
~
Duhai Rabbi, jika tak pernah mampu aku memberatkan timbangan amalku dengan ibadahku sendiri, berikanlah aku seseorang yang membuatku mengabdikan diri kepadanya sebagai bukti cintaku kepada-Mu, agar ridhanya menjadi kunci bagiku membuka surga-Mu dan pengabdian padanya adalah ibadah mulia yang kulakukan atas nama cinta kepada-Mu..
~
Duhai Rabbi, andai itu semua tak layak untukku pertemukanlah aku dengan jiwa baik yang ku rindu itu, yang mengaitkan cintanya hanya kepada-Mu, yang akan kumuliakan dalam pernikahan yang tenteram hingga semakin kuat cintaku kepada-Mu, hingga kami berkumpul dalam naungan kasih sayang-Mu dan maafkan kami atas kesalahan kami yang pernah memburu cinta yang hadir tanpa-Mu, yang datang tidak atas nama-Mu..
~
Dan biarkanlah kami menjadi hamba yang mengisi menara-menara langit-Mu, yang Kau janjikan akan terisi dengan mereka yang saling mencinta karena-Mu.."




Bandung, 20 November 2012


~ Annisa Oktaviana ~

Kamis, 19 April 2012

Bapak, dia Pahlawan HEBAT yang aku kenal


Bismillahirrahmanirrahiim..

Demi Allah, yang Maha Mengetahui isi hati hambaNya..
Aku bangga menjadi anakmu bapak...
Aku bahagia menjadi putrimu yang pertama.
20 tahun yang lalu di hari kelahiranku, aku yakin itulah hari yang engkau tunggu-tunggu dengan penuh harapan dan doa darimu..
Kebahagiaan menunggu kelahiran putrinya lahir kedunia..
Engkau takan pernah membiarkan putri kecilmu menangis hingga ia tumbuh dewasa...


Bapak... kau berjuang keras siang dan malam untuk memenuhi kebutuhanku..
Engkau berusaha keras berjuang agar anak-anakmu bisa merasakan kehidupan yang baik dan layak..
Tanpa pernah engkau memperhatikan kesehatanmu sendiri..
Yang ada dalam benakmu, engkau hanya ingin melihat anak-anakmu tumbuh sehat dan bahagia..
Tanpa pernah engkau mempedulikan dirimu sendiri..

Demi Allah, yang Maha Besar..
Aku disini malu bapak...
Aku malu bukan karena aku adalah putrimu..
Aku malu, karena aku masih saja menyusahkanmu hingga saat ini..
Aku masih saja membuatmu lelah, membuatmu sakit.... hanya untuk membiarkan aku tetap hidup dan merasakan duduk di bangku perguruan tinggi..

Bapak, maafkan putrimu ini.....
Jika hingga detik ini aku masih saja menyusahkanmu..
Melihat tetesan keringat mengalir di pelilipismu... membuat hati ini merasa sakit...
Tak banyak waktu yang dapat kita lalui bersama...
Tapi disaat melihatmu tertawa..... hati ini bahagiaaaaaa sekaliiiiiiiii....
Tawamu indah, dan kau selalu saja bisa membuat canda yang  dapat membuat anak-anakmu tertawa...
Walaupun aku tak bisa selalu memandangmu, mencium tanganmu disetiap pagi, bahkan menghabiskan waktu sesaat untuk sekedar berbagi cerita..... Tapi aku bahagia..........
Aku bahagia, karena engkau adalah Bapakku...

Demi Allah, yang Maha Memiliki Cinta...
Kini sayapku belum sempurna....
Bapak dan mamah, kalian adalah bagian dari sayap kananku....

Tapi sayap kanan saja tidak cukup untuk meyeimbangkanku agar aku dapat terbang tinggi..
Aku harus menemukan sayap kiriku... dan dialah yang akan menjadi imam diriku kelak...
Dengan sayap yang utuh dan sempurna, kelak aku dapat terbang tinggi dalam meraih impian-impianku...

Bapak, dalam setiap sujud shalatku... ada doa untukmu...
Apapun yang engkau lakukan, baik atau buruk.... aku tetaplah anakmu..
Anakmu yang takan henti-hentinya mendoakan kesehatan dan keselamatan untukmu...
Bapak.. aku disini sedang berjuang agar aku tidak lagi menyulitkanmu...
Engkau tak perlu khawatir, karena ada Allah yang melindungi langkahku....
Sebagai seorang bapak, pasti engkau khawatir akan kehidupan putri-putrimu yang masih gadis...
Ketakutan pasti selalu menyelimuti pikiranmu.... dan mungkin selalu membuatmu gelisah...
Tapi bapak, engkau tak perlu takut.... Insya Allah kami sebagai putrimu akan menjaga pandangan kami, hingga waktunya tiba.... engkau yang akan menghalalkan kami bertemu dengan sayap kiri kami..
engkau yang akan menyerahkan diriku pada seorang pemuda yang akan menggantikan peranmu sebagai imam dalam kehidupanku...
Kepada seorang pemuda yang akan menyempurnakan shalatku dan menyempurnakan langkahku dalam membahagiakanmu sebagai orang tuaku..


Bapak, kudoakan agar engkau sehat, panjang umur dan dimudahkan dalam memperoleh apa yang engkau inginkan...
Aku ingin meng'haji'kanmu...
Aku ingin engkau dapat menikahkanku dengan pemuda yang engkau restui...
Aku ingin engkau dapat melihat aku tumbuh sebagai wanita yang hebat untuk keluargaku..
Aku ingin engkau dapat melihat dan menggendong cucu-cucumu kelak..
Ini harapan sederhanaku untukmu bapak.....

Bapak, aku tak pandai merangkai kata..
Bahkan aku tak pandai berbicara dihadapanmu..

Disini, disebuah ruangan yang sepi..
Sambil aku menulis ini, aku sedang mendoakanmu..
Dan sedang berjuang untuk tidak lagi menyusahkanmu dengan materi .
Sudah cukup selama 20 tahun ini aku membuatmu susah..
Kini saatnya aku menaiki satu persatu anak tangga cita-citaku..
Doakanlah putrimu ini agar aku mampu mambahagiakanmu di dunia maupun di akhirat..
Terima kasih bapak atas segala perjuanganmu dan segala kebaikanmu padaku..
Sungguh, hanya Allah-lah sebaik-baiknya pemberi balasan atas setiap kebaikanmu untukku..
Terima kasih karena engkau telah rela berkorban demi melihatku bahagia..
Sekali lagi terima kasih bapak.......

Disetiap darahku... mengalir darahmu....

Semoga Allah selalu melindungimu disetiap hembusan nafas dan detak jantungmu.... (amin)

Sebuah hadist  mengenai perjuangan seorang Bapak :



"Barangsiapa memelihara dua anak perempuan, memberi nafkah kepada keduanya dan membaguskan pemeliharaan keduanya sampai keduanya dewasa, maka akan datang di hari kiamat aku dan dia." rasul mengepalkan jari-jari beliau
(HR Muslim, Tirmidzi, Ibnu Hibban).


Lalu, 

Rasulullah bertutur, "Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan lalu dia mendidik mereka, mengasihi mereka, menanggung kebutuhan mereka dan menikahkan mereka maka wajiblah surga untuknya"

Ditanyakan, "Wahai Rasulullah! Bagaimana jika dua anak perempuan?" Beliau menjawab, "Meskipun dua anak perempuan."

Subhanallah... Allah menjanjikan surga bagi bapak-bapak yang hebat di dunia ini, yang tak pernah mengenal lelah dalam mendidik putri-putrinya....



Bapak, aku menyayangimu di setiap waktuku..
doakanlah aku agar aku mampu berjuang disini, walaupun aku harus jauh darimu...


Untuk PAHLAWAN HEBAT dalam hidupku : ♥ BAPAK

Dari Putrimu :



-ANNISA OKTAVIANA-

Kamis, 05 April 2012

Bismillah, akan ku ikhtiarkan ini semua..

Di sini, berjuta orang merindukan cahaya masa depan yang menyala terang, terlihat dari kejauhan titik cahayanya seperti kerlip bintang di ujung lautan. Mereka akan bergegas berangkat dengan biduk-biduk kecil yang mengikatkan talinya pada kekuatan laju perahu besar bernama waktu, takdir, nyanyian dan impian berjuta manusia. Perahu besar yang berlabuh setiap setahun sekali, menepi selama sebulan, dan kelak menarik apapun yang menambatkan temali pada tiangnya yang kokoh. 

Sementara waktu telah berjalan begitu cepat, menghitung sisa hari seperti ketukan detik jam yang melekat pada bom waktu, dan itu artinya setiap orang di pulau harus bergegas mempersiapkan bekal sebelum akhirnya kapal besar itu berangkat meninggalkan pulau, sebelum kelak usia rapuh dalam kesendirian yang maha sepi. Mereka akan berbondong-bondong menuju negeri cahaya, membangun rumah, menikah dan melahirkan anak-anak yang akan melanjutkan sejarah dan silsilah.

Cahaya masa depan adalah kota harapan, tempat kebahagiaan dirumuskan dengan sempurna, kenikmatan dunia yang memanjakan raga dan jiwa. Orang-orang muda di pulau ini sudah bekerja keras mencari dan mempersiapkan cinta dan harta. Mereka diburu usia dan impiannya sendiri, berlomba dengan waktu, berdesakan meraih kesempatan untuk berangkat. 


Tapi, aku tetaplah aku. Aku memiliki angan dan impian untuk memajukan bangsaku.
Walau aku seorang wanita, bukan penghalang bagiku untuk dapat maju dan merasakan kebebasan dari filosofiku.
Aku ingin terbang bebas bak burung dara yang terbang di atas awan.
Bebas dengan caraku sendiri.

Aku adalah satu dari berjuta-juta wanita yang mengidolakan keshalihan Aisyah ra dan bunda Siti Khadijah.
Aku ingin seperti Aisyah ra, yang mampu menjaga auratnya, yang baik dalam ucapannya,
dan menjadi yang dicinta untuk muhrimnya.
Aku ingin seperti bunda Khadijah yang dermawan dengan kekayaannya. Yang mampu menggetarkan hati seorang pemuda dengan cinta yang penuh makna bagi peradaban dunia.

Tapi aku tetaplah aku yang tak sesempurna mereka.
Aku bahagia dengan apa yang menjadi takdirku.
Ku tulis mimpi-mimpiku. Ku kobarkan semangat dalam jiwaku.
Untuk terus maju dan berjuang demi bangsaku!!


Inilah potret dari bangsaku saat ini, yang membuat hati siapa saja yang melihatnya tergerak untuk berguna bagi bangsanya:


Ribuan anak jalanan dan anak terlantar dibiarkan hidup bebas untuk merasakan kerasnya kehidupan. Bukan begitu seharusnya. Dan bukan untuk seperti itu mereka dilahirkan......

Aku memiliki cita-cita, untuk dapat membangun sebuah yayasan yang dapat membantu mencerdaskan anak bangsa, untuk dapat membuat mereka merasakan bangku sekolah dan memiliki impian tinggi. Yaitu kebebasan!!!


Mungkin ini sedikit gila, dan terdengar tidak mungkin. Tapi aku memimpikannya. Aku bermimpi dan memiliki cita-cita untuk memiliki perusahaan penerbangan yang terbesar di negaraku. Ya! itulah tujuan bermimpi.
Membuat kita bergerak untuk mewujudkan yang tidak mungkin menjadi mungkin.



 Ini mimpiku yang harus terwujud. Membangun mesjid yang indah yang dapat menampung beratus-ratus umat di dalamnya. Insya Allah... 'kun fayakun'... Aku percaya, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. 
MAN JADDA WAJADA!


"Bagiku bermimpi itu indah. Karena Allah yang Maha menggenggam impian kita. Dengan mengazamkan segala harapan dan impian di masa depan. Dengan kesungguhan ikhtiar didalamnya, kita hanya tinggal menunggu....Semua impian itu akan Allah dekatkan satu-persatu melalui mozaik-mozaik khidupan yang indah"


-Annisa Oktaviana-





Senin, 19 Maret 2012

Untukmu : Sahabatku

2 tahun sudah Allah mempertemukan kita, mendekatkan kita dalam tali silaturahmi yang indah.
Kupercaya, ini bukanlah suatu kebetulan, tapi inilah yang kusebut dengan takdir Allah.
Selama lebih dari beratus-ratus hari kita lalui bersama. Kita lalui dalam tangis, tawa, dan canda.
Sahabat, aku bersyukur mengenal kalian. Kalian wanita-wanita hebat sumber inspirasiku.
Ingatkah kalian awal dari sebuah persahabatan ini?
Semua kita awali dengan niat dan rasa ikhlas menerima.
Menerima kekurangan & kelebihan satu sama lain..
Ingatkah kalian saat dimana kita menangis dan tertawa bersama?
Saat itulah saat dimana semua terlihat  indah..... sangatlah indah.........

Ketika matahari blm menampakkan sinarnya, kita sama-sama bermunajat doa padaNya.
Setiap pagi kita sama-sama melangkahkan kaki kedalam gerbang tempat dimana kita menimba ilmu, dengan harapan yang sama, pulang membawa ilmu dan uang.
Itulah salah satu yang harus kita syukuri sahabat...
Bisa dikatakan kita berbeda dengan yang lain....
Ketika mereka banyak yang memilih untuk hidup di zona yang ‘nyaman’, kita berbeda....
Setiap hari kita harus melawan rasa nafsu dan malas berkali-kali lipat dari kehidupan kaum muda yang normal.
Tanpa rasa gengsi dan malu, kita jajakan makanan keliling kampus....
Rasa letih dalam diri ini sungguh tak terasa ketika melihat senyuman dari kalian...
Ketika matahari sudah terbenam, barulah kita sama-sama pulang dengan menghitung rupiah demi rupiah yang kita dapatkan hari itu. Sungguh berarti sekali perjuangan kita untuk dapat merasakan bebas finansial dan bebas dari tanggungan orang tua kita.
Perjalanan inilah yang menunjukkan bahwa kita memiliki IMPIAN yang sama...

Kisah kita sebagai wirausaha muda dimulai dari sini..

 Belajar dan berdagang, itulah keseharian kita...


Kita bersama-sama menuliskan tinta emas dalam kertas putih keridhoan Allah..
Kita memiliki cita-cita yang sama.. karena itulah Allah mempertemukan & mendekatkan kita satu sama lain..
Kita bagaikan magnet yang kekuatannya tak mudah untuk dilepaskan..
Kita dipersatukan karena hukum alam.. 
Semua berproses, dan proses itu indah sekali sahabat.....

Ingatkah kalian disaat-saat seperti ini?
Saat dimana untuk pertama kalinya kita hadir di tengah-tengah masyarakat hanya dengan bermodalkan SEMANGAT dan barang dagangan seadanya..
Tapi apakah disaat itu kita malu?
TIDAK!!
Kita disaat itu bersama-sama membuktikan bahwa dengan kerjasama kita bisa membuktikan apa yang dirasa tidak mungkin bagi orang lain.
Ingatkah kalian dengan situasi diatas?
Saat dimana stand dagangan kita ditertawakan orang. Dianggap 'aneh' dan sedikit orang yang mau melihat dan membeli apa yang kita tawarkan.
Apakah disaat itu kita juga menyerah?
TIDAK!!
Kita tetap bertahan untuk terus memperbaiki apa yang telah kita lalui dan apa yang telah kita dapatkan hari itu.

Kita tidak menyerah dalam keputusasaan. Walaupun kita berhadapan dengan preman, ditegur oleh pesaing, dan terpaksa berjualan tanpa tenda sebagai peneduh kita di hari itu. Teriknya matahari yang menyengat di hari itu, bersamaan dengan terbakarnya SEMANGAT dalam dada untuk terus berjuang dan berjuang...
Untuk membuktikan bahwa kita bukanlah wanita yang manja, lemah, dan cengeng..



Dan ingatkah kalian sahabat?
Disaat Allah SWT mengabulkan satu persatu impian kita yang telah kita tulis di kertas putih keridhoanNya?
Saat dimana kita pernah bermimpi bahwa kita PASTI bisa menaklukkan JAKARTA..

DAN SEMUA ITU MEMANG TERJADI!! 
DAN MENJADI BAGIAN DARI TAKDIR KITA...




Disana, aku semakin yakin bahwa Allah SWT yang Maha Menggenggam mimpi-mimpi hamba-Nya.
Allah membukakan banyak pintu rezeki kita disana.
Mendekatkan kita dengan manusia-manusia luar biasa.


 
Ribuan orang melihat dan mendatangi stand kita.
Kita kantongi omzet penjualan jutaan rupiah dalam kurun waktu 2 hari saja.
Apakah semua itu terjadi secara kebetulan?
TIDAK!!
Semua terjadi karena sudah ada yang mengaturnya, yakni Allah SWT......


Allah yang meridhoi kita untuk berada dalam sebuah forum penting, dan Allah yang mempertemukan kita dengan orang-orang yang telah Allah kehendaki sebelumnya.
Tanpa pernah kita tahu & kita sadari..
Allah telah memiliki rencana yang indah dibalik persahabatan kita...
 Mari Kita belajar bersama, untuk dapat saling mengingatkan satu sama lain....


 Kita satukan VISI dan MISI dengan kekuatan kerjasama & doa


k

Kita akan selalu BERSAMA dalam tangis dan tawa................



Kita buktikan pada bangsa ini, bahwa kita adalah bagian dari GENERASI PENERUS BANGSA yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik..

Berbekal SEMANGAT, KEYAKINAN, KERJA KERAS & DOA
KITA taklukan apa yang kita takuti saat ini.
MARI KITA LIHAT KE DEPAN.
Dan berusaha memperbaiki semuanya untuk menjadi lebih baik.
"KERJA KERAS, KERJA CERDAS & KERJA IKHLAS"


Mari kita ciptakan sejarah dengan prestasi!!
Kelak kita yang akan menjadi bagian di dalam buku ini:



"Aku menyayangimu sahabatku...... 
Aku selalu memohon pada Allah agar kita dapat selalu dipersatukan hingga maut yang memisahkan.
 Ini hanyalah sebagian kecil dari jutaan kisah yang telah kita lalui bersama. 
Masih banyak kisah suka & duka yang akan kita hadapi kedepan.
 Ingatlah pada tujuan kita. Bahwa hidup ini adalah untuk kebermanfaatan. 
Untuk itu, ingatkanlah aku jika aku lalai  duhai sahabatku.... 
Maafkanlah aku jika aku salah.
 Terima kasih karena kalian telah menjadi salah satu bagian yang berharga dalam hidupku.
Terima kasih karena kalian mau menerima segala kekuranganku...
Terima kasih karena kalian adalah pendengar yang baik untukku..
Dan terima kasih karena telah menyayangiku....."



Dari Sahabatmu,



-ANNISA OKTAVIANA-






Selasa, 31 Januari 2012

Semua berawal dari MIMPI !!


Saya Annisa Oktaviana, seorang mahasiswi berumur 20 tahun.
Saya memiliki banyak impian dalam hidup ini.
Karena itu saya bekerja keras siang dan malam untuk mewujudkan impian saya.
Tulisan ini akan menjadi saksi kesuksesan saya di masa depan.

Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Ayah saya seorang Pegawai Negeri Sipil dan Ibu saya seorang Ibu Rumah Tangga. Saya anak pertama dari tiga bersaudara.
Kehidupan saya sangatlah indah. Diumur saya yang menginjak 10 tahun, Allah memberikan cobaan yang berat dalam hidup saya. Hal itu lah awal dari kisah yang dapat membuat saya struggle dalam menjalani hidup. 
Saya mencari makna dan arti dari kebahagiaan yang sesungguhnya.

Menginjak bangku SMA, saya memutuskan untuk tinggal jauh dari orang tua walaupun masih dalam satu kota yang sama. Bukan tanpa alasan. Tapi hal itulah yang membuat saya berpikir jauh kedepan.

Hidup menawarkan banyak pilihan. Tergantung kita ingin memilih hidup di jalur yang mana. Yang Salah atau yang Benar?
Saya memiliki agama, saya memiliki pedoman, dan saya memiliki Tuhan. Dan saya tau saya harus ada di mana dan berbuat apa.

Memasuki bangku kuliah, saya semakin tau impian saya yang sesungguhnya. Saya cukup hati-hati dalam melangkahkan kaki untuk mencapai tujuan saya, termasuk dalam berteman. 
Alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan orang-orang yang luar biasa. Saya banyak belajar dari orang-orang luar biasa di tempat saya menimba ilmu sekarang, yaitu di STIE EKUITAS Bandung.

Dulu, banyak orang merendahkan saya. Menertawakan saya, bahkan mencaci maki saya. 
Hal itu sulit untuk dilupakan dan selalu terbayang dalam benak saya.
Termasuk ketika saya memilih untuk memulai kuliah dari Diploma III, hal itu bukan tanpa alasan. Saya memilih kuliah dari Diploma III, karena biaya untuk masuk perguruan tinggi itu sangatlah mahal. Terlebih, Ayah saya harus membiayai dua anaknya yaitu saya dan adik saya untuk masuk kuliah sekaligus. Berapa banyak biaya yang harus Ia keluarkan? Saya tidak tega waktu itu. Untuk itulah saya prihatin. Tapi disisi lain banyak teman yang merendahkan karena mereka sekolah di tempat yang mahal, bergengsi, dan dapat dibilang 'calon sarjana'.
Mungkin mereka beranggapan bahwa lulusan D3 memiliki angka harapan kerja yang rendah. Dan kurang berkualitas dibanding mereka yang lulusan sarjana.

Saya ingin sekali mematahkan 'stigma berpikir' seperti itu.
Kasian sekali, karena cara berpikir mereka sangatlah sempit.

Saya memiliki impian yang BESAR.
Untuk memulainya, juga diperlukan KEMAUAN yang BESAR.
di tengah krisis keuangan keluarga, dan hidup jauh dari orang tua, saya dituntut untuk berpikir jauh kedepan.
Saya selalu berpikir, "Bagaimana caranya saya bisa bebas finansial di usia saya yang masih muda?"
dan "Bagaimana caranya agar saya dapat membiayai kuliah dengan hasil keringat sendiri?"

Berbekal semangat dan uang sebesar Rp 80.000,- saya dan 7 teman saya yang sama-sama memiliki tekad untuk mandiri, bebas, dan berprestasi memulai usaha kecil-kecilan sekedar untuk dapat menambah uang saku kuliah. Setiap hari kami berkeliling kampus dan menjajakan makanan . Rasa gengsi tak ada dalam jiwa kami.

Tak peduli orang lain berkata apa, tapi niat kami mulia. Kami tidak ingin merepotkan orang tua dengan membebani mereka dengan uang dan uang.
Alhamdulillah, sedikit demi sedikit perjalanan ini mengubah cara pandang saya akan hidup ini.
Bahwa "Kebahagiaan bukan diukur dari seberapa banyak uang yang Kita miliki, tapi seberapa besar kita dapat mensyukuri nikmat yang Tuhan kasih untuk Kita.."

Kisah ini pun mengantarkan saya untuk dapat melihat lebih luas tentang perekonomian bangsa Indonesia yang masih diselimuti dengan perkara pengangguran dan kemiskinan.

Saya ingin menjadi Generasi penerus bangsa yang berguna..
Menciptakan lapangan pekerjaan, dan menjadi penggerak roda perekonomian bangsa...
Semua ini adalah proses dan semua ini berawal dari MIMPI....

Dalam setiap perjalanan yang kita lewati, Allah akan menguji kita. Menguji seberapa besar komitmen dan kemauan kita dalam berikhtiar mewujudkan mimpi-mimpi kita.

Ada kalanya kita akan merasa jatuh sakit sekali. Dan akan ada saatnya kita merasa terbang tinggi.
Banyak orang diluar sana, yang mengerti akan mimpi kita dan rela mendoakan untuk kesuksesan kita.
Tapi ada juga orang diluar sana yang akan senang untuk membisikkan kata-kata virus yang dapat melemahkan bahkan mematikan semangat kita dalam meraih kesuksesan.

Ingatlah, bahwa hanya Allah yang dapat menjawab doa kita..
Allah yang menilai ikhtiar kita..
Allah yang Tau kebutuhan kita...
dan Allah lah yang menggerakkan rezeki kita..

Tak perlu takut selagi engkau masih mengazamkan mimpimu dalam hati, syukuri apa yang kamu dapat hari ini.
Karena itu adalah pelajaran yang mahal bagimu di hari esok.

"Berdoalah kepadaNya, dan Allah akan mengabulkan doamu.."

Tak peduli seberapa sering kamu menangis dan berdoa, tapi tanpa ikhtiar, semua tidak ada artinya.
Tak peduli seberapa banyak kamu bekerja keras, tapi tanpa doa, semua tidak ada artinya.


Saya telah membuktikannya hari ini, 
Hari ini adalah pembagian hasil nilai saya selama Semester III, tapi pihak kampus tidak dapat memberikan kompensasi karena saya belum bayar uang kuliah.
Hari ini saya menangis di mushola karena selama ini saya tidak tega untuk meminta bayaran uang kuliah kepada Ayah saya. Saya pandangi kertas nilai saya. Saya berucap : "Terima kasih ya Allah karena Engkau telah mengabulkan apa yang selama ini aku harapkan kepadaMu, Engkau ridhoi IPK ku naik dan memperoleh nilai yang baik disemua mata kuliah..."

Saya kembali bercucuran air mata dan terisak pelan agar tidak ada orang lain yang mendengar.
Saya bingung. Darimana saya dan adik saya harus mendapatkan uang untuk membayar tagihan uang kuliah dalam waktu sehari?
Rasanya berat sekali jika harus menelefon Ayah dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Saya hanya bisa menangis. Menarik nafas panjang dan berusaha menenangkan diri. Uang yang ada di dompet hanya cukup untuk biaya makan saya dan adik saya selama 2 hari di kosan. 

Tapi Subhanallah...........
ketika melangkahkan kaki keluar dari mushola, sahabat saya yang baik hati menawarkan meminjamkan uangnya kepada saya. Tanpa saya yang memintanya...
Sungguh, pertolongan Allah itu amatlah dekat......

HIKMAH HARI INI:
Jika hari ini pihak kampus tidak memberikan peringatan untuk segera membayar uang kuliah, mungkin semangat dalam dada untuk dapat membiayai kuliah dengan biaya sendiri telah padam. Karena dengan mudah saya bisa saja memaksa Ayah saya untuk segera mengirimkan uang dan biaya kuliah saya teratasi. 
Tapi tempaan ini yang membuat saya semakin kuat dan semangat untuk maju dan berprestasi semakin besar.

Tak peduli kaki ini sakit karena harus jauh berjalan..
Tak peduli seberapa banyak cobaan yang harus saya terima..
Tak peduli seberapa keras teriakan yang harus saya dengar..

Yang saya pedulikan adalah Seberapa besar saya bisa bermanfaat bagi orang lain,
Seberapa besar prestasi yang saya dapat di usia muda,
dan Seberapa banyak kemauan saya untuk memajukan bangsa ini.

Yang terpenting adalah Allah ridho terhadap doa dan mimpi-mimpi kita!!

Dan lihatlah..!! Kau akan menemukan sesuatu yang berharga ketika kau benar-benar mensyukuri apa yang telah kau dapatkan!!

BERANILAH BERMIMPI BESAR

LAKUKAN SESUATU YANG BESAR UNTUK ORANG LAIN YANG MEMBUTUHKANMU

DAN TUHAN LAH YANG AKAN MEMBESARKANMU SUATU SAAT NANTI...




Bandung, 31 Januari 2012



-Annisa Oktaviana-