Kamis, 19 April 2012

Bapak, dia Pahlawan HEBAT yang aku kenal


Bismillahirrahmanirrahiim..

Demi Allah, yang Maha Mengetahui isi hati hambaNya..
Aku bangga menjadi anakmu bapak...
Aku bahagia menjadi putrimu yang pertama.
20 tahun yang lalu di hari kelahiranku, aku yakin itulah hari yang engkau tunggu-tunggu dengan penuh harapan dan doa darimu..
Kebahagiaan menunggu kelahiran putrinya lahir kedunia..
Engkau takan pernah membiarkan putri kecilmu menangis hingga ia tumbuh dewasa...


Bapak... kau berjuang keras siang dan malam untuk memenuhi kebutuhanku..
Engkau berusaha keras berjuang agar anak-anakmu bisa merasakan kehidupan yang baik dan layak..
Tanpa pernah engkau memperhatikan kesehatanmu sendiri..
Yang ada dalam benakmu, engkau hanya ingin melihat anak-anakmu tumbuh sehat dan bahagia..
Tanpa pernah engkau mempedulikan dirimu sendiri..

Demi Allah, yang Maha Besar..
Aku disini malu bapak...
Aku malu bukan karena aku adalah putrimu..
Aku malu, karena aku masih saja menyusahkanmu hingga saat ini..
Aku masih saja membuatmu lelah, membuatmu sakit.... hanya untuk membiarkan aku tetap hidup dan merasakan duduk di bangku perguruan tinggi..

Bapak, maafkan putrimu ini.....
Jika hingga detik ini aku masih saja menyusahkanmu..
Melihat tetesan keringat mengalir di pelilipismu... membuat hati ini merasa sakit...
Tak banyak waktu yang dapat kita lalui bersama...
Tapi disaat melihatmu tertawa..... hati ini bahagiaaaaaa sekaliiiiiiiii....
Tawamu indah, dan kau selalu saja bisa membuat canda yang  dapat membuat anak-anakmu tertawa...
Walaupun aku tak bisa selalu memandangmu, mencium tanganmu disetiap pagi, bahkan menghabiskan waktu sesaat untuk sekedar berbagi cerita..... Tapi aku bahagia..........
Aku bahagia, karena engkau adalah Bapakku...

Demi Allah, yang Maha Memiliki Cinta...
Kini sayapku belum sempurna....
Bapak dan mamah, kalian adalah bagian dari sayap kananku....

Tapi sayap kanan saja tidak cukup untuk meyeimbangkanku agar aku dapat terbang tinggi..
Aku harus menemukan sayap kiriku... dan dialah yang akan menjadi imam diriku kelak...
Dengan sayap yang utuh dan sempurna, kelak aku dapat terbang tinggi dalam meraih impian-impianku...

Bapak, dalam setiap sujud shalatku... ada doa untukmu...
Apapun yang engkau lakukan, baik atau buruk.... aku tetaplah anakmu..
Anakmu yang takan henti-hentinya mendoakan kesehatan dan keselamatan untukmu...
Bapak.. aku disini sedang berjuang agar aku tidak lagi menyulitkanmu...
Engkau tak perlu khawatir, karena ada Allah yang melindungi langkahku....
Sebagai seorang bapak, pasti engkau khawatir akan kehidupan putri-putrimu yang masih gadis...
Ketakutan pasti selalu menyelimuti pikiranmu.... dan mungkin selalu membuatmu gelisah...
Tapi bapak, engkau tak perlu takut.... Insya Allah kami sebagai putrimu akan menjaga pandangan kami, hingga waktunya tiba.... engkau yang akan menghalalkan kami bertemu dengan sayap kiri kami..
engkau yang akan menyerahkan diriku pada seorang pemuda yang akan menggantikan peranmu sebagai imam dalam kehidupanku...
Kepada seorang pemuda yang akan menyempurnakan shalatku dan menyempurnakan langkahku dalam membahagiakanmu sebagai orang tuaku..


Bapak, kudoakan agar engkau sehat, panjang umur dan dimudahkan dalam memperoleh apa yang engkau inginkan...
Aku ingin meng'haji'kanmu...
Aku ingin engkau dapat menikahkanku dengan pemuda yang engkau restui...
Aku ingin engkau dapat melihat aku tumbuh sebagai wanita yang hebat untuk keluargaku..
Aku ingin engkau dapat melihat dan menggendong cucu-cucumu kelak..
Ini harapan sederhanaku untukmu bapak.....

Bapak, aku tak pandai merangkai kata..
Bahkan aku tak pandai berbicara dihadapanmu..

Disini, disebuah ruangan yang sepi..
Sambil aku menulis ini, aku sedang mendoakanmu..
Dan sedang berjuang untuk tidak lagi menyusahkanmu dengan materi .
Sudah cukup selama 20 tahun ini aku membuatmu susah..
Kini saatnya aku menaiki satu persatu anak tangga cita-citaku..
Doakanlah putrimu ini agar aku mampu mambahagiakanmu di dunia maupun di akhirat..
Terima kasih bapak atas segala perjuanganmu dan segala kebaikanmu padaku..
Sungguh, hanya Allah-lah sebaik-baiknya pemberi balasan atas setiap kebaikanmu untukku..
Terima kasih karena engkau telah rela berkorban demi melihatku bahagia..
Sekali lagi terima kasih bapak.......

Disetiap darahku... mengalir darahmu....

Semoga Allah selalu melindungimu disetiap hembusan nafas dan detak jantungmu.... (amin)

Sebuah hadist  mengenai perjuangan seorang Bapak :



"Barangsiapa memelihara dua anak perempuan, memberi nafkah kepada keduanya dan membaguskan pemeliharaan keduanya sampai keduanya dewasa, maka akan datang di hari kiamat aku dan dia." rasul mengepalkan jari-jari beliau
(HR Muslim, Tirmidzi, Ibnu Hibban).


Lalu, 

Rasulullah bertutur, "Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan lalu dia mendidik mereka, mengasihi mereka, menanggung kebutuhan mereka dan menikahkan mereka maka wajiblah surga untuknya"

Ditanyakan, "Wahai Rasulullah! Bagaimana jika dua anak perempuan?" Beliau menjawab, "Meskipun dua anak perempuan."

Subhanallah... Allah menjanjikan surga bagi bapak-bapak yang hebat di dunia ini, yang tak pernah mengenal lelah dalam mendidik putri-putrinya....



Bapak, aku menyayangimu di setiap waktuku..
doakanlah aku agar aku mampu berjuang disini, walaupun aku harus jauh darimu...


Untuk PAHLAWAN HEBAT dalam hidupku : ♥ BAPAK

Dari Putrimu :



-ANNISA OKTAVIANA-

Kamis, 05 April 2012

Bismillah, akan ku ikhtiarkan ini semua..

Di sini, berjuta orang merindukan cahaya masa depan yang menyala terang, terlihat dari kejauhan titik cahayanya seperti kerlip bintang di ujung lautan. Mereka akan bergegas berangkat dengan biduk-biduk kecil yang mengikatkan talinya pada kekuatan laju perahu besar bernama waktu, takdir, nyanyian dan impian berjuta manusia. Perahu besar yang berlabuh setiap setahun sekali, menepi selama sebulan, dan kelak menarik apapun yang menambatkan temali pada tiangnya yang kokoh. 

Sementara waktu telah berjalan begitu cepat, menghitung sisa hari seperti ketukan detik jam yang melekat pada bom waktu, dan itu artinya setiap orang di pulau harus bergegas mempersiapkan bekal sebelum akhirnya kapal besar itu berangkat meninggalkan pulau, sebelum kelak usia rapuh dalam kesendirian yang maha sepi. Mereka akan berbondong-bondong menuju negeri cahaya, membangun rumah, menikah dan melahirkan anak-anak yang akan melanjutkan sejarah dan silsilah.

Cahaya masa depan adalah kota harapan, tempat kebahagiaan dirumuskan dengan sempurna, kenikmatan dunia yang memanjakan raga dan jiwa. Orang-orang muda di pulau ini sudah bekerja keras mencari dan mempersiapkan cinta dan harta. Mereka diburu usia dan impiannya sendiri, berlomba dengan waktu, berdesakan meraih kesempatan untuk berangkat. 


Tapi, aku tetaplah aku. Aku memiliki angan dan impian untuk memajukan bangsaku.
Walau aku seorang wanita, bukan penghalang bagiku untuk dapat maju dan merasakan kebebasan dari filosofiku.
Aku ingin terbang bebas bak burung dara yang terbang di atas awan.
Bebas dengan caraku sendiri.

Aku adalah satu dari berjuta-juta wanita yang mengidolakan keshalihan Aisyah ra dan bunda Siti Khadijah.
Aku ingin seperti Aisyah ra, yang mampu menjaga auratnya, yang baik dalam ucapannya,
dan menjadi yang dicinta untuk muhrimnya.
Aku ingin seperti bunda Khadijah yang dermawan dengan kekayaannya. Yang mampu menggetarkan hati seorang pemuda dengan cinta yang penuh makna bagi peradaban dunia.

Tapi aku tetaplah aku yang tak sesempurna mereka.
Aku bahagia dengan apa yang menjadi takdirku.
Ku tulis mimpi-mimpiku. Ku kobarkan semangat dalam jiwaku.
Untuk terus maju dan berjuang demi bangsaku!!


Inilah potret dari bangsaku saat ini, yang membuat hati siapa saja yang melihatnya tergerak untuk berguna bagi bangsanya:


Ribuan anak jalanan dan anak terlantar dibiarkan hidup bebas untuk merasakan kerasnya kehidupan. Bukan begitu seharusnya. Dan bukan untuk seperti itu mereka dilahirkan......

Aku memiliki cita-cita, untuk dapat membangun sebuah yayasan yang dapat membantu mencerdaskan anak bangsa, untuk dapat membuat mereka merasakan bangku sekolah dan memiliki impian tinggi. Yaitu kebebasan!!!


Mungkin ini sedikit gila, dan terdengar tidak mungkin. Tapi aku memimpikannya. Aku bermimpi dan memiliki cita-cita untuk memiliki perusahaan penerbangan yang terbesar di negaraku. Ya! itulah tujuan bermimpi.
Membuat kita bergerak untuk mewujudkan yang tidak mungkin menjadi mungkin.



 Ini mimpiku yang harus terwujud. Membangun mesjid yang indah yang dapat menampung beratus-ratus umat di dalamnya. Insya Allah... 'kun fayakun'... Aku percaya, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. 
MAN JADDA WAJADA!


"Bagiku bermimpi itu indah. Karena Allah yang Maha menggenggam impian kita. Dengan mengazamkan segala harapan dan impian di masa depan. Dengan kesungguhan ikhtiar didalamnya, kita hanya tinggal menunggu....Semua impian itu akan Allah dekatkan satu-persatu melalui mozaik-mozaik khidupan yang indah"


-Annisa Oktaviana-